Definisi
Bahasa
Bahasa
didefinisikan dari berbagai sudut pandang. Namun definisi yang banyak dipakai
orang yaitu, bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang dipakai oleh anggota
suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya,
berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama.
Bahasa
memiliki berbagai segi sebagai berikut:
1.
Bahasa
dalam sistem
Maksudnya
adalah bahasa itu tunduk kepada kaidah-kaidah tertentu baik fonetik, fenometik,
dan gramatik. Dengan kata lai bahasa itu tidak bebas tetapi terikat kepada
kaidah-kaidah tertentu.
2.
Bahasa
itu sukarela
Sistem
berlaku secara umum, dan bahasa merupakan peraturan yang mendasar. Sebagai
contoh: ada beberapa bahasa yang memulai kalimat dengan kata benda seperti
bahasa inggris, dan bahasa yang mengawali kalimatnya dengan kata kerja. Dan
seseorang tidak dapat menolak aturan-aturan tersebut baik yang pertama maupun
kedua. Jadi tidak tunduk kepada satu dialek terntentu.
3.
Bahasa
itu pada dasarnya adalah bunyi, dan manusia menggunakan bahasa lisan sebelum
bahasa lisan seperti hal nya anak belajar berbicara sebelum belajar menulis.
4.
Bahasa
itu simbol
Bahasa
itu merupakan simbol-simbol tertentu.
Misalnya kata “rumah” menggambarkan hakikat sebuah rumah. Jadi bahasa itu
adalah lambang-lambang tertentu.
5.
Fungsi
bahasa adalah mengekspresikan pikiran dan perasaaan. Jadi tidak hanya
mengekspresikan pikiran saja. Peranana bahasa terlihat jenis dalam
mengekspresikan estetika, rasa sedih senang dalam interaksi sosial.
Karakteristik
Bahasa
Bahasa
mempunyai karakteristik tertentu:
1.
Dalam
satu bahasa dialek suatu masyarakat membedaka tingkat ekonomi dan budaya
pemakai bahasa. Dialek orang pandai tentu berbeda dengan dialek orang awan.
2.
Secara
geografis dialek suatu daerah akan berbeda dengan daerah yang lainnya.
3.
Bahasa
terbagi dua, bahasa resmi dan bahasa tidak resmi
4.
Bahasa
dapat diungkapakan secara lisan dan tulisan
5.
Setiap
pemakai bahasa akan berbeda dengan pemakai bahasa lainnya
Linguistik
Linguistik
adalah ilmu yang mempelajari bahasa. Lingusitik terbagi dalam dua bagian yaitu:
1.
Linguistik
teoritis
Membahasa
beberapa pokok bahasan diantaranya fonetik, fonemik, sejarah linguistik,
semantik, morfologi dan gramatik
2.
Linguistik
aplikatif
Membahas
diantaranya pengajaran bahasa asing, terjemah, psiko-lingusitik dan
sosio-linguistik.
Apabila
kita ingin mendefinisikan keduanya, kita bisa mendefinisikannya secara ringkas:
1.
Fonetik
Fonetik
adalah ilmu yang membahas cara pengucapan bunyi-bunyi bahasa.
2.
Fonem
Ilmu
ini membahas fungsi-fungsi suara dan bagaimana cara membentuk fonem dan
bagaimana menggunakannya dalam berbahasa.
3.
Sejarah
linguistik
Ilmu
ini membahas tentang perkembangan suatu bahasa perubahan dan pengaruh bahasa
asing dalam waktu tertentu.
4.
Morfologi
Ilmu
yang membahas tentang morfem. Morfem adalah satuan bahasa yang terkecil yang
membedakan arti.
5.
Sintaksis
Ilmu
yang membahas jabatan kata dalam satu kalimat. Sintaksis disebut juga tata
kalimat. Gabungan morfologi dan sitaksis disebut gramatika.
6.
Semantik
Ilmu
yang membahas tentnag makna suatu kata dalam hubungannya dengan kata lain. Imtu
semantik disebut juga “dialah”
7.
Psiko-Lingusitik
Ilmu
yang membahas fenomena yang terjadi dalam jiwa dan fikiran dalam hal
perkembangan bahasa serta pengaruh-pengaruhnya terhadap jiwa seseorang yang terjadi
ketika mengucapkan sutau kalimat.
8.
Sosio-Linguistik
Ilmu
yang mempelajari fenomena masyarakat dalam hal dialek suatu masyarakat, peranan
masyarakat dan akses politik suatu bahasa.
Komponen
Bahasa
Ilmu bahasa memang telah mengalami bermacam-macam perubahan,
baik dari segi landasan filosofi maupun alirannya. Perang antara kaum
behavioris dengan kaum mentalis (nativis) telah menghasilkan suatu perubahan
besar dalam ilmu bahasa. Ilmu bahasa kini didominasi oleh kaum mentalis, namun
ada satu hal yang tetap konstan, yakni komponen bahasa.
Pada
aliran linguistik mana pun bahasa selalu dikatakan memiliki 3 komponen :
Sintaktik, Fonologi dan semantik. Komponen sintaksis menangani ihwal yang
berkaitan dengan kata, frasa, dan kalimat. Studi tentang kata, seperti telaah
tentang bagaimana kata dibentuk dan diturunkan, umumnya ditangani dalam suatu
tataran yang dinamakan morfologi. Meskipun morfologi telah makin mendapatkan
tempat sebagai suatu sub-ilmu sendiri, terutama saat ini dengan telah
berkembangnya morfologi generatif(lihat halle, 1973; Aronoff, 1976; Scalise,
1984; Jensen, 1990; Spencer, 1991; Katamba, 1993), dalam kaitannya dengan
komponen bahasa sub-ilmu ini masih dimasukkan sebagai bagian dari komponen
sintaksis.
Pada
saat teori aliran mentalistik yang dipelopori Chomsky mencapai tahap yag
dinamakan teori standar pada tahun 1965, komponen sintaktik merupakan komponen
sentral. Dengan mempergunakan aturan struktur frasa. Komponen sintaktik
menggenerasikan(generate) struktur batin yang merepresentasikan makna kalimat.
Berbeda dengan
komponen sintaktik , komponen fonologi bersifat interpretif. Komponen ini
menangani ihwal yang berkaitan dengan bunyi. Bunyi merupakan simbol lisan yang
dipakai oleh manusia untuk menyampaikan apa pun yang ingin disampaikan.
Pada
bahasa ada bunyi-bunyi yang sifatnya universal, yakni, yang terdapat pada
bahasa mana pun juga (Jakobson, 1971). Bunyi vokal [a], [i], dan [u] merupakan
sistem vokal minimal yang terdapat pada tiap bahasa.
Dalam komponen fonologi tidak hanya
diinventarisasi jumlah dan macam bunyi yang ada pada suatu bahasa tetapi juga
bagaimana bunyi-bunyi tadi membentuk suatu sistem dalam bahasa tersebut. Bahasa
A misalnya, memiliki bunyi-bunyi antara laain [s], [k], [t], [l], [p], [m], dan
[b] yang juga dimiliki oleh bahasa B.
Sumber: https://www.academia.edu/7823136/MAKALAHA
https://www.academia.edu/8848735/konsep_dasar_psikolinguistik
Sumber: https://www.academia.edu/7823136/MAKALAHA
https://www.academia.edu/8848735/konsep_dasar_psikolinguistik






0 komentar:
Posting Komentar